Sabtu, 21 Desember 2013

AKUSTIKAN AJA BERAPA???



Dia : “Halo, bener ini menejernya grup band Tiiiiiit ??”

Saya : “Oh, iya bener. Ada yg bisa dibantu?”

Dia : “Kita rencananya mau undang Tiiiiiit untuk ngisi acara kita. Kira2 feenya berapa ya?”

Saya : “Oh gitu. Untuk saat ini feenya Rp, sekiannn :) (isi tanda senyum biar lebih kiuut)

Dia : “Wah, ini cuman buat acara inian aja kok. Cuman akustikan aja. Ga dapet lebih murah?”

Saya : “Gini, sebelumnya saya kasi info dulu. Bahwa band Tiiiiiit ini memang adalah band akustik. Dan kita ga ada membedakan harga berdasarkan tempat. Kecuali acara sosial tertentu. Tapi kita tetep open untuk nego. Asal gak afgan aja ya negonya :D (senyum lebar yang ramah)

Dia : ……………………………………………………………………………………………………………………………………………..
(entah menghilang kemana. Hingga tulisan ini dimuat, Saya blum bisa menemukan dirinya.Bagi yang tau keberadaannya, tolong beritahu Saya ya. SAYA BISA HIDUP TANPA DIA. Uhuk. Ehem )

HHHH. Eh tunggu dulu. sebelumnya Saya perlu menjelaskan mengapa Saya memuat percakapan SMS tadi. Itu penggalan SMS si Yuni Saroh sama perwira kepolisian. KONSENTRASI!!! Maaf2. Itu adalah penggalan SMS saya waktu selena gemez mau nyewa saya buat mijetin……..Kakeknya. SALAH LAGI!!!!! 

Maaf ya kawan2. Saya sedikit khilaf alias error. Ini terkait cuplikan SMS yang tadi tuh. Jadi itu adalah percakapan menejer sebuah band akustik yang disamarkan menjadi Tiiiiiit, dengan dia (entah itu siapa) SO????? Apa pentingnya cuplikan SMS tadi?? PENTING DONGG?? Itu bisa bikin Dian Sastro atau Nicholas Saputra jatuh cinta sama kamu lo?? NGAWUR!!! BANGET!!! Ya saya ngawur banget. Mari kita mulai dari nol lagi.

Jadi gini. Percakapan tadi mungkin biasa2 aja menurut kalian. Tapi menurut Saya itu sesuatu banget bro. Sering si menejer harus berurusan dengan SMS semacam itu. Berangkat dari sms itu Saya mulai menyadari bahwa ada kekeliruan di masyarakat ketika memaknai sebuah ‘akustik’ dimana kaitannya dengan musik. Dan sewajarnya, sebelum mengundang sebuah band, seharusnya sudah tau dong band itu kayak gimana?? Yaudah lah ya, itu sih ga terlalu penting. Cuman melukai hati saya dengan kedalaman sekitar 10 cm.

Mengenai memaknai musik akustik. Sebelumnya Saya jelaskan sedikit apa itu akustik. Akustik itu adalah ilmu yang mempelajari suara. Bagaimana suara diproduksi/dihasilkan, dan dampaknya, serta mempelajari bagaimana ruang merespon setiap karakter dari bunyi tersebut (kira2 gitu penjelasan singkatnya). Ilmu akustik mempunyai cabang2, dan salah satunya adalah akustik musikal. Di musik kita mengenal alat2 musik akustik. Sebenernya apa sih alat musik akustik itu?

Alat musik akustik adalah alat musik yg lebih murah dari alat musik elektrik?? BUKAN!!! Alat musik akustik adalah alat musik yang lebih mudah dimainkan daripada alat musik elektrik?? KELIRU!! Yang bener, alat musik akustik adalah alat musik yang penguat bunyinya tanpa memerlukan tenaga listrik. Contohnya gitar bolong, biola bolong, kajon bolong, bass bolong. Pokoknya bolong deh.(lebih tepatnya memiliki rongga) Suara dari alat musik akustik menyebar di udara setelah sebelumnya senar yang beresonansi berinteraksi dengan ruang yg terdapat di alat musik tersebut. Jadi music akustik adalah musik yang memanfaatkan alat musik akustik yang mampu bersuara tanpa tenaga listrik. 

Permasalahannya yang terkait dari cuplikan SMS adalah, bagaimana beberapa ( mungkin banyak ) orang salah persepsi ketika berpikiran bahwa musik akustik adalah perwujudan lebih mudah,murah dan ringkas daripada musik elektrik. SALAH BESAR!! Maka dari itu mari kita luruskan ya? Emang kamu bengkok?? Apanya?? Oh. Saya juga. APASIH!! Berikut poin2 permasalahan yg akan saya urai.

MUDAH ALIAS GAMPANG

Musik akustik apabila diartikan lebih mudah daripada elektrik, memang benar. Tapi mari samakan perspektif. Mudah disini dalam artian sarana pendukung musik tersebut. Musik akustik lebih mudah karena tidak perlu disediakan alat pendukung lain yg berupa sound system. Beda sekali dengan musik elektrik yang gak keluar bunyi kalo gak dicolokin ke sound system yang udah dialiri listrik. Trus arti yang salah yang mana?? Tentu saja ketika persepsi mudah tersebut dalam hal memainkannya. Tentu sangat tidak ada bedanya. Masing2 memiliki kesulitan dan kemudahannya, tergantung dari si pemakai. 

Kemudian kita kaitkan dengan band Tiiiit tadi. Seiring perkembangan, alat musik akustik tidak  melulu menjomblo. Akhirnya kawin juga dia dengan elektrik. Munculah alat musik akustik elektrik. Jadi akustik elektrik ini, selain bisa digenjreng/dipetik/dibetot dengan kosongan tanpa listrik, ia juga dapat dialiri listrik. Dicolok ke sound system kemudian muncul suara yang lebih menggelegar. JEDUAR!! Nah si band Tiiiit ini, namanya emang trio akustik. Tapi juga memanfaatkan elektrik, agar suara di panggung mampu menyergap penonton dengan radius dan jarak tertentu. Bayangkan kamu nonton Endah n Rhesa, d cinnamons atau Kings of convenience dari jarak 20 meter lebih?? Kalo gak disuport sama elektrik, kamu bakal liat orang cuap2 dan genjreng2 dengan suara samar2. Trus kamu jadi berpikir bandnya lagi lemes, alirannya emang selow2 tipis, atau kamu yang mulai budek?? Trus kamu showeran menyesali diri. 

Kemudian musik akustik lebih mudah karena tidak perlu sound sistem yang besar dan mahal. Well, ini juga terpatahkan, apabila dikaitkan dengan band Tiiiit . Mereka (Tiiiit) juga perlu sound sistem, sama dengan pemain alat musik elektrik. Apabila dibandingkan dengan Avenged sevenfold, tentu lebih mudah Tiiiit. Apa sebab?? Jumlah personel dan instrumen yang dimainkan tak sebanyak Avenged. Jadi panggung juga gak perlu disediain yang lebarrrrr. Tapi siapa bilang Tiiiit tidak mungkin menggunakan sound sistem dan panggung sebesar Avenged?? Semua mungkin kan di dunia ini? Ini terkait jumlah penonton. Bayangkan kalo Tiiiit manggung dengan kapasitas 10.000 penonton, dengan luas tempat se-lapangan bola, tapi cuman disediain sound dengan kapasitas 500volt?? Atau avenged dengan jumlah penonton 10 orang, main di halaman rumah kamu yang biasa pake jemur baju, dengan sound kapasitas 10.000 volt??? TEWAS!! Bukan Tiiiit atau avengednya. Tapi kamu dan seluruh penduduk desa sukamaju. Jadi pertimbangkan kata mudah itu baik2. Dan kalo emang mudah menurut kamu, sana maen sendiri, kita yang nonton deh :)

MURAH

Murah. Apa?? Kacang kapri? Ya emang murah. Dan kita gak ngebahas kacang. Kita bicara tentang musik, khususnya yang terkait dengan band Tiiiit. Nah, pada umumnya, mengapa ada persepsi ketika sebuah band bermain akustik, tentu dia akan lebih murah bayarannya daripada ketika dia bermain dengan elektrik? Ini ya tentu dipengaruhi persepsi yang saya jelaskan tadi. Dimana karena lebih ‘mudah’ maka lebih murah. Dan jelas2 akustik tidak dapat digolongkan lebih mudah daripada elektrik, begitu juga sebaliknya.
Murah dalam hal mengurangi biaya sewa sound system?? Mungkin benar. Atau mungkin saja jika memang sang penyelenggara acara menginginkan si band bermain murni akustik, alias tanpa sound? ya mungkin saja dana yang dikeluarkan oleh penyelenggara lebih murah untuk pengadaan si band. Karena tidak ada biaya yang dikeluarkan untuk menyewa sound sistem. Tapi kalo yang diundang itu band sebesar Metalica, The Rolling Stones atau yang gede2 lainnya?? Nyahok juga tu bayarnya. Murahnya sudah pasti DARI HONGKONG. 

Dalam hal tadi, poinnya adalah kualitas menentukan harga. Artinya Band Tiiit ini berkualitas?? Saya juga belajar ekonomi jek. Tapi dalam hal ini, mari kita abaikan hukum permintaan dan penawaran dulu. Karena kali ini permintaan berbanding lurus dengan penawaran. Mengapa permintaan meningkat? Beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya adalah, karena barang yang ditawarkan berkualitas, relevan dengan situasi dan kondisi masa kini, dan dibutuhkan banyak orang. Umpamakan saja band Tiiiit ini adalah pedagang. Ketika pedagang mendapatkan permintaan tinggi karena barangnya berkualitas dan mungkin tidak dimiliki oleh pedagang lainnya, wajar saja penawaran terkait harga barang tersebut pasti meningkat.Tentunya kenaikan harga ini tidak semata2 dinaikan dengan arogan karena laris semata. Untuk memenuhi permintaan yang meningkat, tentu harus ditunjang dengan meningkatkan faktor2 produksi, alias biaya pokok produksi barang tersebut meningkat.

 Dan mengapa harga tidak bisa dinego atau dipermainkan terlalu afgan (sadis)?? Para pedagang di pasar sudah memiliki standar harga bagi barang yang mreka jual. Umpamakan dua pedagang memiliki barang yang sama. Namun salah satu pedagang menjual barangnya tersebut dengan harga jauh lebih murah daripada dagang satunya, hingga di bawah harga standar yang telah ditetapkan. Ini tentunya tidak etis sehingga mematikan pedagang lainnya. Ini sesungguhnya mematikan kedua pedagang tersebut. Mengapa?? Si pedagang yang menjual murah, akan merugi karena walaupun barangnya habis, ia tidak mendapat laba sebab menjual barang lebih murah daripada biaya pengadaan barang tersebut, dan pedagang satunya, tentu tewas lebih dahulu karena samasekali tidak mendapat pembeli. Ini juga terjadi di musik. Dan band Tiiit lebih memilih berbisnis dengan fair. Apabila berapapun bayaran yang ditawari oleh pihak tertentu selalu diambil2 saja, maka ini akan membunuh band lainnya. Ngerti kan?? Pasti ngertilah. Jika opsi utama selalu mudah didapat, opsi ke-dua, ke-tiga dan berikutnya, ga akan pernah dapet giliran. Gitu kurang lebih. 

Trus misalnya ada yang gini, “yah, pasti lebih murahlah, lagian alat2 akustik kan lebih murah daripada elektrik”. Sini giginya tak getok dulu biar rapi?? Hhh. Sekedar informasi aja, sebuah gitar akustik dapat mencapai harga puluhan hingga ratusan juta. Tidak ada bedanya dengan gitar  elektrik.Untuk Band Tiiiit sendiri, walaupun belum mampu membeli yang mahal (amin suatu saat) untuk seorang gitarisnya saja, gitar beserta kit-nya menghabiskan uang hampir sama dengan tarif sekali manggung band tersebut. Trus ada penyewa yang berpikiran gini. “lo, kita kan menerapkan prinsip ekonomi. Mengorbankan super sedikit, untuk mendapat super banyak”. Sah saja. Sangat sah malah. Tapi itu kan pemikiran dari kubu konsumen aja?? Emangnya produsen ga dikasi berpikir juga?? 

Hhhhhhhhh…

Ini sebenarnya posting lama yang sempat urung saya publikasikan. Tapi karena peristiwa ini semacam penyakit sejarah. Apa itu penyakit sejarah?? Hal yang telah terjadi alias sejarah, yang tidak dipelajari, dipahami dan diingat, hanya akan menjadi sejarah yang terulang terus menerus. Jika itu merupakan hal indah yang selalu terulang, ya mari kita nikmati. Tapi jangan biarkan sejarah yang kelam terulang. Menjalaninya sembari sakit hati tentu bukanlah hal yang menyenangkan. 

Mungkin ada yang nanya, ‘postingan kamu kok marah2 melulu akhir2 ini?’ 

Well, kamu harus belajar membedakan orang marah dengan orang jujur. Jika pura2 bermanis kata dan tutur, tapi itu hanya menumpuk permasalahan dan suatu saat akan meledak parah? Pilih mana? Ibarat menutup luka dengan es atau dibius, sakitnya memang terasa berkurang, namun luka tidak akan sembuh. Luka yang sudah sakit, kemudian diobati dengan alkohol dan obat yang tentu membuatnya lebih perih, namun akhirnya sembuh. Artinya sebuah masalah harus disikapi dengan terbuka dan jujur. Perih, namun ia akan segera sirna. Bukan ditutupi dan akhirnya tak akan pernah sembuh.

Bagaimana dari pembahasan akustik bisa nyambung menjadi bahasan tentang kejujuran? Mari dipikir bersama. Hmmm…

Senin, 25 November 2013

SAMPAH DUNIA/DUNIA SAMPAH??



KECEWA!!! Ihh kaka angga kok nongol jarang2 tapi kerjanya kecewa melulu? Yihhh. Biarin. Yang penting sesuatu yang membuat kecewa itu memang penting, jadi rasanya memang perlu kecewa dan perlu dibagi kekecewaannya buat masyarakat banyak. Jadi kalo parpol dan calon pemimpin gemar bagi2 duit dan umbar2 janji, saya gemar bagi2 kecewa. Keren yah? So pasti. Saya gituhhh.
 
Oke, kecewa gara2 apa cihh kaka?? Jadi gini, langsung to the point inti kekecewaan saya adalah, 

APAKAH MASIH BANYAK ORANG YANG TIDAK TAHU BAGAIMANA WUJUD TEMPAT SAMPAH??

Jadi pemicunya begini. Kalo sejarah saya sendiri, sedari belum sekolah, sekolah, sampe tamat sekolah, saya masih bisa dengan jelas dan pasti dan tepat dan cermat dan luar biasa saya masih tau mana yang namanya tempat sampah. Dan saya yakin pasti semua orang tau kok yang namanya tempat sampah.  Sayangnya hampir setiap hari kini, saya kerap melihat sendiri orang dengan seenak giginya membuang sampah sembarangan. Beberapa contoh yang saya lihat dengan mata kepala ( masa ada mata gak di kepala? ) saya sendiri.

Pada suatu sore yang cerah, saya lagi jalan2 nih di gang seputaran tempat tinggal saya. Jadi kebetulan deket rumah itu ada got yang lumayan gede. Mungkin lebarnya ada satu meter. Dulu waktu saya masi kecil dan imut ( sekarang imutnya masih. Serius!! ) got sekitaran sini masi lumayan bersih. Kalo kesumbat, palingan gara2 sampah daon doang. Tapi kini, sampah plastik dan lain2 udah menyembul dimana2nya. Nah lanjut lagi pas saya jalan2, ada nih ibu2 depan saya jarak sekitar 10 meter. Dia bawa bungkusan plastik item. Trus, dengan goyangan tangannya yang enggak gemulai, dengan jari jemarinya yang enggak lentik, sretttt, tiungg, plung!!!! Dia mendaratkan bungkusan plastik di got yang samasekali ga berdosa itu. Saya teriakin kan. Dia kabur secepat kilat tanpa noleh2. Kalo dia tau yang neriakin gantengnya kayak saya… MUNGKIN LARINYA TAMBAH CEPET!!!! Intinya si ibu itu menganggap got itu tempat sampah. Atau pura2 amnesia akan wujud tempat sampah.

Yang kedua. Masih di seputaran gang. Malem2 sekitar jam 8 gitu. Saya pas bawa motor, nah di depan saya ada nih cewe cowo boncengan. Mereka tiba2 menepi. Otomatis saya jadi pelan2 juga, soalnya gang saya kecil. Iseng juga kan merhatiin mereka ngapain. Yihhhhhhhh, ternyata, si cewenya dengan santai naro bungkusan sampah di tanah kosong. Wueeeee, sebagai warga gang yang teladan, ganteng dan peduli lingkungan, langsung saya tegur itu pasangan kekasih yang tidak tau namanya tempat sampah. ‘Eh mbak, disini bukan tempat sampah. Jadi tolong sampahnya diambil lagi dan buang di depan gang yang udah disediain bak sampah’. Saya gituin kan. Si mbak sama si mas cuman planga plongo aja sambil gugup gitu, terus ngambil sampahnya menuju entah kemana. Dasar!! Ternyata selain ada pasangan mesum, juga ada pasangan tukang pembuang sampah sembarangan. Bayangkan kalo mereka punya keturunan?? Pasti diajarin buang sampah sembarangan juga tuh. Jadi esmosi nih saya!

Trus berikutnya, saya lagi boncengan sama temen menuju ke arah terminal batubulan. Sebelum terminal kan ada sungai tuh. Ada ibu2 sambil naik motor, dengan luess melemparkan bungkusan sampah ke sungai, kemudian melaju dengan santainya. Hmmm. Emang dirumahnya ga punya tempat sampah kali ya? Tangannya luess gitu apa gara2 sering ikut lalala yeyeye?? Ato ga pernah sekolah, ga pernah bergaul, tinggal di hutan, ga pernah dikasi tau sama bapak ibuknya bahwa sungai itu bukan tempat sampah???????? Arrrgggggh!!!! Kali ini saya ga teriakin, takut terjadi apa2 trus orang2 malah ngroyokin saya gara2 salah sangka dikira bakal ngapa2in itu ibu2. 

Trus suatu hari saya sambil naek motor, di depan ada mobil keren idaman saya. Dari mobil idaman itu muncul tangan lentik, mulus luar biasa. Tapi… dari tangan mulus itu dijatuhkan ceceran sampah. Dari sana banyak pelajaran dan kebanggaan yang saya dapat. Yaitu, jangan pernah menilai seseorang dari tampilan luarnya saja. Satu lagi, saya merasa bangga pada diri sendiri. Dengan tidak membuang sampah sembarangan, saya merasa nilai saya yang mengendarai motor butut ini lebih indah daripada mereka yang elok dengan mobil mewah mengkilat, tapi membuang sampah sembarangan. 

Berikutnya yang sangat cukup sering adalah terkait meludah dari kendaraan yang berjalan, atau membuang abu rokok dari kendaraan berjalan. Disini saya golongkan abu rokok dan ludah/air liur itu adalah sampah. Suka kesel ga, kalo pas kalian di jalan, trus ada orang keluarin kepala dari mobil sambil ngeludah? Atau keluarin tangan sambil buang abu rokok? Pas lagi jalan kan udah pasti abu rokoknya atau ludahnya terbang tuh? Truss… PLEKKK. Nemplok ke muka kalian? Iieekkkkkkkk. Jangan disambung lagi. Saya yakin banyak yang mengalami dan kesel pada tingkat dewa-dewi.

Ibaratnya kalo kecewa ini bisa saya tabung di bank, trus dapet bunga, mungkin saya udah kaya kalik. Abisnya, orang buang sampah sembarangan itu udah kayak bernapas aja loh. Ya, saya jadi terpikir bahwa orang ringan tangan itu ada banyak. Ya, TANGANNYA RINGAN BANGET KALO BUANG SAMPAH SEMBARANGAN. Trus, mulai ada yang bicara gini, ‘ini kan salah pemerintah, siapa suru di tempat umum ga disediain tempat sampah?’. 

Hmmmm, jadi gini ya bro, sist. Emang seharusnya tempat sampah itu idealnya sangat mudah ditemui, seharusnya. Mungkin pemerintah memang kurang perhatiannya dalam hal ini. TAPI ITU BUKAN ARTINYA ORANG BISA BEBAS BUANG SAMPAH SEMBARANGAN KAN??? YA KAN?? Trus sampah yang dibuang sembarangan itu, kalian pernah liat kan siapa yang nyapu?? Ya, beliau kebanyakan nenek berusia renta, atau ibu2 yang berusaha menambah uang dapur, atau sekedar memberi bekal sekolah bagi anaknya. Dan pendapatan yang mereka terima sebulan, mungkin tidak lebih besar daripada harga setelan pakaian kita untuk satu kali bersosialita. Dan… *tarik napas* YA!!! Mereka yang menyapu jalanan dari sampah yang mungkin kita yang membuangnya.

Mari kita perjelas lagi. Menurut kamus, sampah itu adalah material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Yap. Material sisa. Sisa dari kita tentunya. Sesuai norma kelayakan, kebaikan, kesopanan dll. Yang harus bertanggung jawab terhadap hal yang kita hasilkan adalah kita sendiri kan? Ya kan? Jangan jadi anak manja. Dan sebenernya disini dinas kebersihan setempat sudah membantu kita mempertanggungjawabkan hasil sisa perbuatan (baca:sampah) kita itu. kita cuman tinggal bawa ke tempat yang tepat. YA!! TEMPAT SAMPAH. Bukan ke got, ke sungai, ke lapangan kosong, ke laut, atau kemanapun yang bukan semestinya. 

Perlu kita sadari, bahwa rumah itu bukan hanya sebidang tanah yang kita tempati. Tapi bumi ini, dunia ini adalah rumah kita dan rumah bagi seluruh makhluk yang ada. Tapi, bukan berarti kita harus membersihkan sendiri seluruh dunia ini dari sampah (bagus banget si kalo mau. Wkwkwkwk) cukup dimulai dari kebersihan diri, kebersihan lingkungan rumah, dan lingkungan sekitar rumah kita. Jangan berpikir selalu sulit. Ingat,

hal yang besar pasti selalu bermula dari hal yang kecil dan sederhana. Kuncinya, kita hanya harus bersedia dan berani memulai.

Semoga, dan pasti, usaha kita akan diikuti oleh orang2 di sekitar kita. Dan ingat lagi, jangan menjadi sampah dunia yang membuat bumi menjadi dunia sampah.

buang disini ( ilustrasi oleh @manrplaywear)

Selasa, 05 November 2013

MENCERAHKAN, BUKAN MENYILAUKAN



Holaaa. Kok tiba2 saya muncul? Yeh, emangnya ga bole? Sewot.

Jadi ceritanya gini. Kali ini Saya merasa perlu sekali sedikit memberikan pencerahan. Kenapa sedikit? Kenapa ga banyak aja? Kalo kebanyakan cerahnya, namanya silau. Ga keliatan apa2. Ok. Pencerahan kali ini adalah tentang bagaimana baiknya metoda mengundang suatu kelompok musik alias band ke acara kalian. Baik itu acara umum, ataupun jika kalian adalah mahasiswa atau masih murid, yang mungkin di sekolah/kampus kalian bakal ngadain HUT atau Pensi. dan juga hal2 penting lainnya yang perlu dipahami, bagaikan memahami hati pasangan hidupmu. Kwek.

Mengingat saya juga anggota sebuah kelompok musik, sebut saja nama kelompok musiknya mawar. Jadi saya akan menerangkan sesuai pengalaman saya sendiri. Karena kebetulan saya yang menghandle langsung booking untuk band mawar. Ihik. Namanya kayak band korban perkosaan gt ya? Biarin.

Jadi, yang pertama kalian harus perhitungkan atau bereskan adalah pada intern kalian. Semisal itu adalah kampus, jadi kalian bicarakan dulu dengan para panitia di kampus apa tema acara yang bakal dibuat, kapan dan tentukan juga tugas dan jabatan masing2. Jangan lupa juga Tanya tuh ke kampusnya punya dana berapa buat bikin acara. Kenapa harus dana yg dipastikan pertama? Ya udah pasti kalo itu acara musik, kalian bakal perlu bayar sound system, bayar musisi, tempat ( kalo ambil tempat diluar kampus ) konsumsi, keamanan, dan banyak lagi lainnya. Bayar pake daun cuman ada di film komedi ato film horror.

Nah, kalo tema dan dana udah oke, biasanya kalian milih pengisi acara kan? Pengisi acara pasti harus disesuaikan dengan tema dan budget. Atau kadang2 pengisi acara dipilih dari suara terbanyak. Nah, anggap aja urusan intern kalian dah beres tuh.  Kalian udah pegang Dana, tema,struktur kepanitiaan dan pengisi acara yg rencananya bakal diundang.

Pertama, tentukan siapa yg bakal berkomunikasi kepada band yg akan diundang. Jangan ditukar-tukar. Nanti bakalan bingung jadinya. Oh ya. Untuk band tertentu yg jadwal manggungnya udah cukup padat, kalian mesti hubungi mungkin sebulan atau dua bulan sebelumnya. Untuk band yang guedeee, mungkin perlu setahun sebelumnya, untuk nanya ketersediaan tanggal. Yap, saran saya kalo emang serius ngundangnya, hal pertama yg kalian tanya pada menejernya si band itu ya tanggal. Misal kalian nanya harga dulu baru tanggal, ya bole2 aja sih, tapi walaupun harga cocok, tapi tanggalnya gak available, kan percuma juga.

Nah, setelah tanggal, kalian Tanya tuh harganya. Si menejer pasti nanya dulu acara kalian acara apa. Kalo saya ambil contoh dari band mawar, biasanya kalo acara sekolahan atau kampus, kita bakal kasi nawar. Kalo selain itu, kita enggak kasi nawar. Sadis? Biarin. Bukan lagi dagang di pasar tradisional juga kan. Oh ya, biasanya harga akan berbeda untuk keluar pulau. Dan juga panitia perlu menyediakan tempat menginap untuk si musisi. Jadi semisal kalian punya dana 5juta ( ini cuman ilustrasi. buat ngundang band mawar biasanya blum cukup segitu. Kwek ). Dan si musisi bilang harga mereka juga 5juta? Jangan girang dulu. 5juta itu baru fee saja. Maka, yang harus kalian minta kepada si menejer adalah Band Rider. Atau biasanya kalo yang ngundang belum paham, pasti si menejer yang nawarin kirim band rider duluan.

Apa itu band rider? Nah, band rider itu berisikan semua keperluan yang diperlukan oleh band. Yang terutama adalah spesifikasi sound system dan minimal ukuran panggung yang diperlukan. Disana juga sudah tertera berapa orang personil dan crew dari band tersebut, juga konsumsi apa saja yang harus disediakan oleh panitia selama menghandle band tersebut, juga standar penginapan yg  diperlukan. Artinya, selain 5juta tadi, masih ada biaya yg kalian perlukan untuk menyediakan kelengkapan di rider.

Nah, sekarang beberapa kendala yang biasanya terjadi di lapangan. Yang pertama itu masalah klasik banget. Yaitu ga cocok dana. Biasanya pihak panitia kekurangan dana untuk mengundang si band. Kalo saya ambil pengalaman band mawar, kalo emang tema acaranya asik, dan kira2 crowdnya bakalan asik, kita pasti bicarakan asik2 juga. Artinya harga pasti dikasi nawar. Tapi kalo nawarnya sadis, ya terpaksa kita ga kasi. Resikonya, si band mungkin bakal dibilang sok, sombong atau apalah. Ya kita tanggung resikonya. Karena banyak yg beropini, cuman nyanyi segitu aja kok mahalnya minta ampun? Lah? Kalo emang situ bisa nyanyi sama bagusnya atau bahkan lebih bagus, buat apa ngundang si band? Yang monggo aja situ yang nyanyi? (maap saya sewot. dikit. Hehe)

Jadi mohon maklum. Karna harga itu pasti ditentukan oleh prestasi dari band itu sendiri. Yang kalian bayar itu adalah, usaha bertahun2 dari si band untuk mencapai prestasinya kini. Lagu ga asal nyeplos aja bro. sama kayak telor. Ada masa pembuahan, inkubasi dll. Dan bukan hanya tentang telornya. Ini juga terkait dengan perjalanan hidup si induk hingga dia mampu bertelor. Berliku2 coy. Di band juga ada crew yg juga mesti dibayar untuk membantu penampilan band tersebut agar ciamik. Kalian ga pengen acara kalian asal2an juga kan? Pasti.

Kemudian ada panitia yang berusaha menyederhanakan sound system agar dapat memangkas dana. Sound system ini penting banget jek. Mulai dari merek, teknisinya, dan kelengkapannya. Kalo ada yang kurang buat si musisi. Bakal ngaruh banget ke acara. Jadi jangan dibilang cerewet banget nih musisi, sampe mereknya musti fanatik banget. Ya samasekali enggak gitu, bro, sist. Cek IG kita ya. HALAHH. Jadi salah kan. Semisal, kalo saya ini, fanatiknya sama tori black. HALAHHH, lagi2 salah. Oke. Konsentrasi. Jadi gini. Sound system tertentu, punya kualitas berbeda2. Jadi si band ini memilih sound tertentu karena bakal mendukung dan cocok banget sama penampilan mereka. Kalo soundnya kalian pangkas kebangetan, kalian mau emangnya penyanyi yang suaranya semerdu afgan, bakal kedengeran kayak bebek kwek kwek?? Kalo mau, ya ga usa undang afgan. Undang aja bebek.

Kemudian ada yang kendalanya di konsumsi. Antara si musisi minta yang aneh2, atau si panitia yang ga kuat nyediain karena mahal. Mungkin di band tertentu, itu semua adalah harga mati yang udah ga bisa ditawar2 lagi. Alias harus tersedia sesuai permintaan. Kalo di band mawar, semua itu masih bisa dibicarakan. Tapi biasanya panitia pasti bisa menyediakan sih. Soalnya mintanya ga yang aneh2. Susu beruang kalengan enggak aneh kan? Ya, band mawar ini emang rajin mimik susu. Dan ya lagi, karena kami tumbuh besar berkat susu.

Hm, apa lagi ya? Kalo transport biasanya ga jadi kendala di dalam kota. Kecuali keluar daerah, atau ke luar negeri. Biasanya biaya ditanggung panitia. Artinya kalo pake pesawat, panitia tinggal beliin tiket, nanti dikirim deh via email kepada si band.Penginapan juga sama disediakan panitia. Band mawar biasanya minta yang aman, nyaman, indah berseri. Ga perlu bintang 7. Gampang kan? Susah? Ya susah emang kalo cuman dipikir doang. Kalo udah dikerjain, samasekali enggak susah.

Nah, ada lagi nih kendala klasik. Biasanya panitia nyari informasi dulu ke panitia acara lain yang pernah ngundang si band target. Terutama nanya dapet harga berapa. Kemudian ketika dihubungin ke band, si band bilang harga yang beda. Kadang panitia kekeh minta disamain harganya sama di acara lain itu. Jadi gini ya bro, sist. Kesepakatan antara pihak band dan panitia itu adalah kesepakatan tertutup. Sebenernya ga perlu dipertanyakan ke sana-sini. Yang perlu panitia pahami, si band mungkin saja memberi harga yang berbeda pada panitia tertentu, karena hal2 tertentu pula. Hal2 tertentu itu sepertinya lumayan banyak, jadi saya ga perlu jelasin. Namanya juga kesepakatan tertutup antara dua belah duren. Eh, pihak maksudnya. 

Dan semua kesepakatan itu, pasti ditandatangi diatas sebuah kontrak/ suratperjanjian kerjasama. Surat perjanjian ini penting banget loh. Ini bakalan mengikat dan utamanya jika terjadi sesuatu hal, antara kedua belah pihak (panitia dan band), semuanya akan bisa dibicarakan. Baik secara kekeluargaan, maupun secara hukum. Ingat selalu make materai ya, biar kontraknya punya kekuatan hukum. Jadi seandainya ada pihak yang mangkir dari perjanjian kerjasama, pihak yang dirugikan bisa menuntut. Gitu lohh. Serem ya bawa2 hukum? Sante. Asal ga melanggar, hukum ga bakalan serem. 

Oh ya, ini lagi saya lupa. Mari kita selipkan. Bagaimana jika acara kalian itu acara amal? Alias tanpa dana. Dan biasanya berusaha mengumpulkan dana untuk disumbangkan atau yang lainnya. Ya, tetep aja hubungi bandnya. Kalo mereka tertarik, mereka pasti mau ikut. Dari pengalaman band mawar, kami kerap juga tampil di acara2 sosial.Dengan syarat, acara tersebut kami seleksi betul. Supaya acarany tidak asal2an dan semua tujuannya benar2 tersampaikan. Tidak demi keuntungan pribadi, tapi demi kepentingan orang banyak yang memang memerlukan. Pernah juga ( banyak ) menolak tampil di acara amal. Bukan karena kita ga mau tanpa dibayar, tapi ya emang karena ga bisa tampil. Soalnya udah ada bookingan. Resikonya ada2 saja. Anggap dalam sebulan band mawar tampil dalam 5 acara amal, dan menolak satu acara amal. Band mawar bisa aja dicap ogah beramal jek. Karena menolak satu aja. Gilee kan? Emang sih, 5 kebaikan ga pernah terlihat lebih besar daripada satu kekecewaan. Yang perlu kalian tau. Musisi mencari uang di panggung, dan berderma di panggung juga. 

Jadi gimana? Repot ya kalo mau undang band? Susah? Sekali lagi,

Susah emang kalo dipikir doang. Langsung dikerjain aja. Samasekali enggak susah. DIJAMIN!!!

Dan inget.semua yang Band itu minta, bukan dalam rangka berusaha mempersulit panitia. Tapi mereka cuman berusaha membuat acara menjadi indah bin nikmat. Itu. 

Hoah, setahun lebih sudah saya nggak posting di blog. Semoga bisa rajin2 posting deh yaa (sesuai permintaan banyakkkkkk penggemar blog saya. Cicuiiit). Sampai jumpa lagi di postingan lain dalam ocehan sana sini ini. Salam dari band mawar. Kikk.

Minggu, 02 September 2012

MAMAK MARAH KARENA SAYANG


SEMUA KARENA MAMAK SAYANG AKU 

Kalian pasti sering kan dimarahin sama Ibu? baik Ibu dirumah, maupun ibu guru. Saya percaya semua kemarahan itu karena mereka peduli dengan kita, dengan buah hati mereka. Nah, disini Saya bakal buat seri-seri 'Mamak marah karena sayang' plus bandel2nya si anak. jadi pantengin terus ya...kiiiikuiiikkkkkk.

 Edisi 1.

Disuru makan aja susah lo? apalagi disuruh kerja?

mamak berubah jadi monstel